Dongeng, Mahkota si Ratu Kucing
![]() |
| Ilustrasi. Kucing bertanduk (sumber fb) |
DONGENG - Tentang cerita rakyat digali dari tetua-tetua adat di pelosok "butta panrita kitta" yang di sini penulis akan merahasiakan narasumber dan alamat lengkapnya.
Namun sebuah cerita ini untuk dipersembahkan hanya sekedar dongeng atau cerita rakyat dan semoga bisa dipetik hikmahnya, tentang bagaimana kisah si ratu kucing kehilangan mahkota (tanduk) saat termakan bujuk rayuan si anjing.
•••
Dahulu kala, ada seekor ratu kucing yang sangaat menarik, dengan kecantikannya diperoleh dari keajaiban mahkotanya yang sangat berharga dan luar biasa.
Saat si kucing sedang bersantai, duduk di atas kursi singgasananya di sebuah gunung, sambari terpaku dengan pemandangan keindahan alam.
Tak berapa lama, datanglah seekor anjing dengan air muka tersenyum ranum dengan tujuan menggoda tanpa si kucing tahu apa niat jahatnya.
Anjing yang pandai merayu mulai menggoda si kucing dengan macam cara.
Bahkan sayap-sayap patah alias kata-kata filsafat cinta dari tokoh tokoh terkenal pun dikeluarkan.
Sajak-sajak cintanya bak selembut bulu bebet betina dikala mengerami telurnya, namun minggat usai menetas.
Mula-mula anjing menyapa!! "Hey Ciiing 'pangilan akrab si kucing' kamu lagi ngapain, yaa tumbeng cantik cantik gini kok menyendirii!!" Kata anjing memulai.
"Ah kamu tukang gombal, dasarr". jawab si kucing
"Serius cing, kamu benar benar cantik," jing tersenyum ranum sembari pandangin kucing dengan nada merayu.
"Biasa aja, hanya kamu yang terlampau memujiku jing" 'jing sapaan anjing' Cuek si kucing.
"Cing??" Tanya si Injing seolah ada maksud.
"Apa Jing". Jawab si kucing dengan tanya balik
"Bolehkah aku pinjam mahkotanya sekali ini saja". Pinta Anjing
"Maksudnya!, kan ini milikku yang paling berharga". Jawab kucing terkesan menolak.
"Aku ingin terlihat seperti kamu yang mengagumkan walau hanya sekejap saja". Rayu si Anjing.
"Betulll kah, aku takut nanti hilang jin" Kata si Kucing meragukan.
"Tapi baiklah jing tapi janji yaa jangan sampai hilang ". Kucing menyambungkan.
Saat itu, kucing meminjamkan mahkotanya pada si anjing dan si anjing langsung pakai dan minta ijink sama si kucing untuk pergi membuktikan keajaiban mahkota si kucing dengan keliling-keliling dengan makota tesebut bertengger di kepalanya.
Pertama. Anjing bertemu si tupai, ia mendapatkan pujian yang tidak pernah didapatkan sebelumnya bahkan si Tupai tertarik sama si Anjing.
"Wah benar2 terbukti yaa saya baru mendapat pujian dan dikagumi si Tupai". Gumam si anjing.
"Kamu si jing kan yang kemarin kita bertemu di pestanya si Singa". Tanya tupai dengan takjubnya.
"Betul pay, kenapa yaa?". Tanyanya.
"Oww keren sekali kamu hari ini, kamu abis ngapain ini kok ngak nyaka aku jing" Kata si tupay.
"Mungkin akuu pake ini pay". Jawabnya.
"Iya kah, kamu terlihat mengagumkan dan pas sekali untuk kamu Jing," Tupai dengan takjubnya.
"Benar kah pay..!!, Sorry ya pay, aku harus pamit dulu," Respon si anjing.
"Baiklah Jing sampai jumpa!!" Jawa si tupai dengan matanya terpaku dengan penampilan si anjing.
Dalam perjalanan, anjing kemudian bertemu beberapa sahabatnya yang lain dan semuanya takjub serta memuji keperkasaan dan ketampanan si anjing.
Namun karena merasa lelah, anjing istirahat sejenak bawah pohon yang sangat lebat daun ditopang rantin yang kuat. setelah itu si anjing melanjutkan perjalanan.
Teringat janjinya sama si kucing, si anjing hendak mengembalikan mahkota tersebut ke pemiliknya, tapi anjing merasa belum puas sebelum bertemu Rusanya.
Nah, si anjing mulai mengurungkan niatnya untuk kembalikan lebih awal dan memilih melanjutkan perjalanan dan akhirnya bertemu juga si Rusa.
"hy Saaa!!" Kata anjing menyapa.
"Kamu siapa!,? Seru si rusa dengan kebingungan.
"Ini aku jing teman kamu saa"!! Jawab si Anjing.
"Benar kamu jing, kenapa kamu kelihatan berbeda sekali jing, luar biasa kau jing hari ini."
Sambil bangga dan terlena dengan pujian itu, anjing lupa bahwa itu mahkota pinjaman, milik si kucing.
Anjing. "iya saa, semua ikut terpesona saat betemu saya saa, itu karena mahkota ajaib yang kupake ini kayaknya sa".
Rusa. "Wahh, dapat dari mana jing".
Anjing. " saya dapat saat di gunung bawakareng kemarin sa" kata anjing menyembunyikan pemiliknya.
Rusa. "Kau sangat beruntung Jing"
Anjing." Mungkin kebetulan saja sa."
Rusa. " Boleh aku pinjam Jing.???
Pikir Anjing "Kalau aku bilang ini milik kucing, nanti rusa bilang ternyata hanya pinjaman juga, nah aku jadi malu"!!
"Ahh.. peduli aku??? Pikir anjing.
Dengan egonya, anjing langsungnya menyerahkan mahkota milik si kucing ke rusa tanpa memberi tahu pemiliknya.
Anjing. " baiklah sa'".
Rusa. "Terima kasih Jiiing!!!" Dengan nada gembira..
Sembari anjing membuka mahkota secara pelan-pelan rusa sudah tidak sabar ingin mencoba.
Rusa. "Mari jing kucoba" singkat si rusa
Sebab rasa penasaran rusa untuk ingin segera memakai mahkota yang misterius itu seolah tidak tertahan lagi. Setelah rusa memakai mahkota, seketika anjing yang pandai merayu melempar sanjungan pada si rusa.
Anjing " Wahh kamu lebih pantas dan perkasa pakai mahkota itu sa, luar biasa"!!!.
Selain rasa penasaran si rusa yang tinggi. Ia juga berambisi untuk membawa lari mahkota itu tanpa menghiraukan si anjing.
Saat rusa berlari sedang membawa mahkota pinjaman tersebut, berlahan si anjing mengikuti.
Tapi semakin lama laju si Rusa semakin kencang dan anjing ikut memburu sembari berteriak.
"Kunja kunja, kunja tangkunjaku. Kunja kunja, kunja kuinrantonja. kunja kunja, kunja na meongngia". Teriak anjing ke rusa yang lari lebih kencang dan lincah.
Artinya "Mahkota, mahkota bukan punyaku. Mahkota, mahkota pinjaman.Mahkota punyanya kucing".
Karena rusa terlalu laju saat berlari. Anjing tidak bisa menjangkau untuk meraih rusa hingga semakin jauh dan rusa mengabaikan teriakan si anjing.
Setelah itu barulah anjing menyadari jika ia ditipu oleh si rusa dan menyalahkan si rusa tukang tipu.
Dan sampai saat ini mahkota si kucing yang di pinjam tidak dikembalikan dan bertengger di kepala Rusa.
Sejak itu, mulailah muncul istilah di kampung "a nginrang Jonga" artinya pinjam ala Rusa alias memininjam tapi engang mengembalikan.
°°°
Sekali lagi, Cerita ini hanyalah dongeng yang mungkin tidak terlalu menarik dan asing bagi pembaca. Namun, ada dua hal yang menurut penulis sebagai pesan positif.
Bahwa *kita harus kuat dari pada rayuan dan pujian siapa saja, jangan sampai terlena dengan mudahnya percaya dan menyerahkan suatu hal paling berharga dalam hidup pada seorang yang tidak bertanggungjawab atas semua.
*Jika punya pinjaman jangan lupa bayarlah
Penulis: An. Imran

Komentar
Posting Komentar